Bakti Masyarakat 2015, Kami Peduli !

20/01/2015

Salam Lestari !

Bakti Masyarakat merupakan salah satu program kerja besar dari kami, PLH SIKLUS ITS di tahun 2015 ini. Berdasarkan pada kemirisan yang kami saksikan di sebuah daerah di Gresik, Jawa Timur. Dari situ muncullah sebuah niatan luhur untuk membantu sesama.

 

Tepatnya di Desa Raci Delanyar, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setiap hari, 71 kepala keluarga di desa ini mengambil air dari sebuah sumur kecil yang berjaran 1,7 km dari desa ini. Akses jalan yang dilalui pun tidaklah mudah. Dari situ, pada Bakti Masyarakat 2015 ini, kami bermaksud untuk memberikan bantuan berupa penyaluran air bersih dari sumur tersebut menuju ke Desa Raci Wetan.

 

Disini, kami juga memfasilitasi kepada siapa saja, baik secara personal, kelompok, atau perusahaan yang ingin ikut membantu dalam kegiatan ini. Bantuan dapat berupa material, ataupun dana. Besar harapan kami, kegiatan ini akan berhasil. Sehingga ke depannya warga di desan ini dapat dengan mudah mengakses air, guna menunjang kesejahteraannya.

 

Salam Lestari !

PLH SIKLUS ITS 14/15

Categories: Others.

Tak Hanya Hitam, tapi Hijau..

20/01/2015

“Ketidakpercayaan akan menghancurkan segalanya, ya kata-kata itu rasanya yang paling sesuai dengan fakta yang ada kini. Menanggapi segala opini menurut saya ketidakpercayaan inilah si biang keladi dari permasalahan-permasalahan lingkungan yang ada. Tak ada kepercayaan baik antara birokrasi kepada mahasiswa dan dari mahasiswa pula kepada pihak birokrasi utamanya yang mengelola lingkungan kampus ini. Sistem pengajuan yang berbelit seringkali menjadi hambatan mahasiswa dalam merealisasikan pemikiran-pemikirannya guna mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang ada di ITS. Dan entahlah apa pula yang membuat pihak birokrasi seakan terlihat ragu untuk meletakkan tanggung jawab pengelolaan lingkungan kampus kepada para mahasiswanya. Tapi disinilah permasalahannya?”

***

Hijau? Slogan “GO GREEN CAMPUS” rasanya bukanlah kata-kata yang sulit untuk dimengerti. Sekalipun dalam bahasa asing, namun kata yang digunakan pun sering kita jumpai. Ya, saya yakin Anda atau siapapun pasti mengerti maksudnya. TAPI apakah Anda, kita, dan termasuk saya tahu bagaimana cara mewujudkannya ?? Yah, that’s a point.

“Sudahkah kita hijau ?”

Ya, menurut kalian bagaimana kondisi kampus kita ini? Apa kita sudah layak menyandang gelar ‘GREEN CAMPUS’ yang terdengar langka di zaman serba modern seperti saat ini?

Ternyata berdasarkan perhitungan yang pernah dilakukan oleh PLH SIKLUS ITS, ada lebih dari 80 jenis pohon yang tumbuh di lahan dimana kampus kita ini didirikan rek. Mulai dari bintaro, jati, ketapang, beringin, trembesi, sampai mangrove pandan pun ada dan tumbuh di wilayah kampus kita tercinta. Bermacam-macam jenis pohon tersebut tentunya memiliki berbagai manfaat bagi makhluk hidup dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Seperti yang kita tahu, pohon yang termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman memiliki kemampuan untuk berfotosintesis yang dapat menghasilkan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energy dan juga O2 yang kita gunakan untuk bernapas dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pepohonan yang hidup di wilayah kampus ITS ini juga berperan sebagai penyangga emisi yang bersumber dari segala aktivitas kemahasiswaan yang berlangsung di kampus ITS. Dari data yang diperoleh, sebesar 12.741.415,5 kg CO2 mampu diserap oleh total keseluruhan pohon yang ada di kampus ITS tiap tahunnya. Sedangkan untuk stock karbon yang tersedia ialah sebesar 3.471.775 kg/tahun (PLH SIKLUS ITS, 2013). Apakah itu banyak ? Mari kita bandingkan dengan pengeluaran emisi yang diemisikan pada udara ambient di wilayah kampus ITS ini. Besarnya emisi yang dikeluarkan akibat sampah, energi, dan transportasi yaitu masing-masing sebesar 140.360 kg CO2, 5.500.310 kg CO2, dan 6.566.580 kg CO2 setiap tahunnya. Sehingga apabila ditotal maka besar emisi yang dikeluarkan yaitu sebesar 12.207.250 kg CO2 pertahunnya.

Selisih yang diperoleh dari data perbandingan antara jumlah cadangan karbon dan emisi yang dikleuarkan ialah sebesar 534.164,6 kg CO2/tahun. Dari itu dapat diketahui bahwa dengan kondisi pepohonan kampus yang seperti saat ini masih ada selisih dimana jumlah cadangan karbon dari pepohonan yang ada di kampus ITS  memiliki nilai lebih besar daripada emisi yang dikeluarkan.

“Positif atau negatifkah ?”

Semua ini bergantung pada kita semua rek, para penghuni kampus ITS. Bagaimana cara kita memaknai dan mengambil langkah untuk perjalanan selanjutnya. Jangan sampai pertambahan laju emisi melompat jauh melampaui ketersediaan cadangan karbon kampus kita mengingat pertumbuhan dari pohon itu sendri pula tidak dalam waktu yang singkat.

Menjaga tentunya dan tetap berusaha mengendalikan si sumber-sumber emisi agar tak melebihi ambang. Jangan sampai kampus yang kita bangga-banggakan ini menjadi salah satu penyumbang emisi bagi dunia global yang kini sedang gencar-gencarnya berupaya untuk menekan pertumbuhan laju emisi tingkat dunia.

Tak hanya itu saja sebagai langkah nyata, kami pun dari PLH SIKLUS ITS bekerjasama dengan pihak ecocampus merintis masterplan ITS yakni penggarapan area ‘Hutan Kampus’ yang rencanaya akan diplotkan mulai dari area sebelah kanan gerbang masuk utama hingga area di belakang fasor. Selain itu juga akan dibuat sebuah taman yang berisi jenis-jenis pohon yang tumbuh di area kampus ITS kita ini. Bentuknya kurang lebih akan seperti miniatur hutan kampus yang nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar maupun penelitian. Harapannya semoga rencana ini bukan hanya hitam di atas kertas serta angan dalam benak saja. Semoga semua itu dapat segera terealisasikan guna mewujudkan “GO GREEN CAMPUS ITS” !!

 

Aknan Angggraini

2013361/S

Categories: Others.

Penggiat Lingkungan Kali Surabaya

15/09/2014

Salam Lestari !
Ikan berkaitan erat dengan kehidupan manusia, selain menjadi sumber protein bagi manusia, ikan juga memiliki sisi ekonomis yang tinggi sehingga mampu menunjang kehidupan ekonomi masyarakat. Akan tetapi, akibat aktivitas manusia di jaman serba modern seperti ini dimana sungai-sungai yang membelah beberapa kota besar di Indonesia menjadi sebuah potret kehidupan sebuah kota. Sampah maupun limbah domestik yang dibuang ke badan sungai akan merusak ekositem sungai tersebut, tak terkecuali keberadaan spesies-spesies ikan di sungai tersebut.
Menurut pendiri Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) yang akrab dipanggil Mas Prigi ini, ikan di Kali Surabaya telah terkontaminasi senyawa estrogenik yang menyebabkan adanya dominasi jenis kelamin betina pada ikan di Kali Surabaya ini. Senyawa tersebut berasal dari limbah domestik serta limbah pestisida yang dibuang ke bantaran sungai.
Pada tanggal 30 Agustus 2014, PLH SIKLUS ITS diberi kesempatan kembali untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan bersama dengan Ecoton. Pada kesempatan tersebut, awalnya SIKLUS diundang dalam kegiatan “Pelatihan Advokasi Sungai Brantas” yang berlangsung pada tanggal 28-30 Agustus 2014, namun sayangnya kami hanya dapat mengikutinya pada hari terakhir kegiatan.


Pada hari terakhir kegiatan tersebut, kami berkesempatan untuk mengikuti Susur Sungai Kali Surabaya. Bersama dengan komunitas-komunitas penggiat lingkungan yang lain, serta beberapa siswa SMA di Gresik yang tergabung dalam anggota Pramuka, kami memulai aktivitas Susur Sungai Kali Surabaya dengan menaiki perahu karet.

Sepanjang bantaran sungai, sesekali masih didapatkan pemandangan sampah yang mengalir terbawa arus sungai serta sampah yang menggantung di pohon-pohon akibat terbawa oleh banjir. Juga masih dijumpai aktivitas warga seperti memancing ikan dan aktivitas transportasi di sungai yaitu warga yang menyediakan jasa penyebrangan motor maupun sepeda dari sisi sungai sebelah kanan menuju sisi sungai sebelah kiri.
Pandangan kami sempat teralihkan ketika melihat seekor ikan yang mengapung di sungai, kemudian salah seorang pekerja dari Ecoton yang akrab dipanggil Mas Black ini mengambil ikan tersebut. Ternyata ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, akan tetapi terdapat luka seperti terkena benturan di sisi perut ikan.


Ikan tersebut merupakan jenis Ikan Bader Merah (Barbodes balleroides). Menurut Mas Black, kemungkinan ikan tersebut terkena sabetan dayung yang dipakai oleh warga yang menyediakan jasa penyebrangan di sungai tersebut.

Di sepanjang Kali Surabaya ternyata masih dijumpai spesies burung Sri Mbok-mbok (Amaurornis phoenicurus). Burung yang hidup di bantaran Kali Surabaya tersebut merupakan jenis burung pemangsa ikan. Terbesit di kepala dan mencoba kembali mengingat tentang sebuah lagu yang cuplikan liriknya “ Te kate di panah di panah ngisor gelagah, ono manuk onde-onde mbok sir bombok mbok sir kate….”.
Yah! Burung Sri Mbok-mbok itu ternyata ada lagunya. Burung tersebut berperawakan seperti burung bangau hanya postur tubuhnya yang agak kecil, berwarna abu-abu dan terdapat seret putih.


Setelah puas menyusuri Kali Surabaya, sebelum pulang kami diajak mampir ke sebuah rumah yang menjual Jamu maupun Obat dari tanaman TOGA (Tanaman Obat KeluarGA). Tanaman tersebut masih banyak ditemui di bantaran Kali Surabaya, sehingga masih dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tanaman TOGA tersebut antara lain daun dewa (Gynura segetum), meniran (Phyllanthus niruri), dan sebagainya. Kami pun sempat mencicipi obat yang berasal dari daun mint, yang menurut masyarakat berkhasiat sebagai obat masuk angin.
Dipenghujung acara ternyata juga diadakan peresmian Rumah Informasi Sungai Brantas (RIMAS) yang menjadi pusat informasi tentang partisipasi aktif warga sekitar Sungai Brantas dalam upaya penyelamatan lingkungan serta wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi mereka.
Rumah Informasi yang terletak di Desa Wringinanom, Gresik tersebut diresmikan oleh Ir. Wahyu Indraningsih dari Kementrian Lingkungan Hidup. Dalam peresmian Rumah Informasi tersebut, juga digelar pertunjukan kesenian tradisional Bantengan dan Jaran Kepang yang menjadi penutup dari serangkaian kegiatan tersebut.


Semoga dengan diresmikannya RIMAS tersebut, dapat lebih memacu kepedulian serta partisipasi warga sekitar khususnya dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Salam Lestari

Himmatus Syarifah 2013374/S

Categories: Others.

Car Free Day, LAGI !

03/06/2014

 

Mungkin masih hangat di pikiran kita mengenai CAr Free day yang beberapa waktu lalu kami adakan. Tiga bulan lalu, Car Free Day pertama dilaksanakan. Dan 7 Juni 2014 besok, kami akan mengadakan Car Free Day lagi :D

Untuk wilayah Car Free Day, tetap di jalanan dari Gerbang Utama ITS sampai Pertigaan Biologi. Jangan lewatkan Car Free Day kali ini, karena disini akan ada bazaar, senam bersama, dan juga kumpulan komunitas – komunitas unik yang menambah wawasan kita.

Remember it, guys! Sabtu, 7 Juni 2014, Gerbang Utama ITS – Pertigaan Biologi, Pukul 06.00 – 10.00 BBWI.

 

Feel the Fresh air. Keep Calm and join us on Car Free Day.

SALAM LESTARI !

 

Categories: Others.

Semarak Siklus Climbing Competition (SCC)

05/05/2014

 

Perlombaan merupakan salah satu ajang untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan kemampuan, dengan cara berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dengan cara yang sportif.  Siklus Climbing Competition (SCC) merupakan ajang kompetisi panjat dinding se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PLH SIKLUS ITS. Melalui perlombaan panjat dinding para atlet akan bersaing secara sportif dengan menunjukkan ketrampilan memanjat terbaiknya untuk mencapai puncak tertinggi dengan waktu yang secepat-cepatnya. Dengan perlombaan panjat dinding diharapkan selain dapat menumbuhkan jiwa saing yang sehat dan sportif juga dapat membentuk semangat juang yang tinggi, membentuk watak dan karakter yang tidak mudah putus asa, dan memiliki mental baja.

SCC dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 18-20 April 2013 tepatnya hari Jum’at pagi pukul 07.00 dibuka dengan peringatan hari Bumi. Dalam pembukaan SCC dibuka langsung oleh ketua Lembaga Minat dan Bakat dimana merupakan lembaga koordinasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa di ITS karena SCC merupakan serangkaian acara dari ITS CHALLENGE 2014. Setelah acara dibuka kemudian dilanjutkan dengan pembagian serta orasi bersama mengenai penyelamatan bumi di lampu merah depan KONI. Acara orasi berlangsung meriah dengan antusiasme dari perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam di Jawa Timur.  Para pengguna jalan dengan senang hati menerima pemberian bibit gratis dari mereka.

Perlombaan SCC diikuti oleh peserta dengan 5 kategori, dengan rincian kategori 46 Lead Under 19th putra, 23 kategori Lead Under 19th putri, 10 kategori Lead Umum putra, 14 kategori Lead umum putri, dan 52 kategori Lead mapala putra. Hari pertama dimulai pukul 14.00 untuk babak kualifikasi  kategori Lead under 19th putri dan  Lead umum putri kemudian didapatkan 9 finalis under 19th putri dan  umum putri. Pada hari kedua, dilakukan babak kualifikasi untuk kategori Lead under 19th putra, Lead umum putra, dan Lead mapala putra. Kemudian didapatkan, 15 finalis kategori Lead Under 19th, 8 finalis kategori Lead Umum Putra dan 16 finalis kategori mapala putra.

Pada hari ketiga dilakukan babak final dari semua kategori yang akhirnya didapatkan 3 pemenang dari masing-masing kategori. Selamat kepada seluruh pemenang. Untuk Kategori Lead Umum Putra berturut-turut juara 1,2 dan 3 Fathur Roji perwakilan  dari FPTI Surabaya, Evall Septy Jawara dari SCT, dan Khoirul Anam dari FPTI Blitar. Kategori Lead Umum Putri berturut-turut Juara 1,2 dan 3 Nanda Dea perwakilan dari FPTI Lamongan, Fitria Hartani dari Rock Hobbies Centre Gresik dan Kharisma Ragil dari Rock Hobblies Centre. Kategori Lead Under 19th juara 1,2 dan 3 berturut-turut Jasmiko Pamumade dari Pataga Climbing School, Alfan Sandi dari FPTI Blitar, dan Alamsyah Cahya dari Pataga Climbing School. Untuk kategori Lead Under 19th Putri juara 1, 2 dan 3 Ida Putri Perdana dari FPTI Surabaya, Sheila Kartikaning dari FPTI Surabaya dan Natalia Desty dari Pataga Climbing School. Dan untuk kategori Lead Mapala Putra juara 1, 2 dan 3 berturut-turut diraih oleh Ameru Syaifudin dari MUPALAS, Firdaus dellabas dari MAHAPENA Jember dan Supendik dari PELITA Kediri.

 

Susmita Rachmawati

NIA 2013376/S

Categories: Others.

Page 1 of 1712345»10...Last »
Tempat orang- orang berani dan tabah ditempa...........