CARBON COUNTING?

12/07/2016

CARBON COUNTING?

Perhitungan karbon,

pernahkah anda dengar mengenai perhitungan karbon ?  Banyak dari kita yang tidak paham tentang perhitungan karbon, padahal ilmu perhitungan karbon adalah ilmu yang sangat diperlukan dalam menanggapi isu lingkungan yang menjadi momok diera globalisasi ini.

Mengapa kita perlu melakukan perhitungan karbon ?

Jika dilihat dari segi historis, Emisi yang ada di bumi semakin hari semakin bertambah. Ini terjadi karena semakin meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor, penggunaan bahan bakar fosil untuk dijadikan energy listrik, dan lain – lain. Semakin. Contoh yang nyata adalah pembakaran hutan untuk pembukaan lahan baru di daerah riau yang menyebabkan wilayah disana ditutupi asap tebal. Dengan melihat kondisi tersebut sudah sepantasnya untuk kita tidak tinggal diam, oleh karena itu kita harus tahu kondisi karbon di lingkungan sekitar kita agar kita tahu emisi yang kita hasilkan tidak semakin menambah pencemaran udara .

Pencemaran udara merupakan sebuah keadaan dimana kualitas udara yang ada dalam atmosfer buruk. Karbon merupakan salah satu gas yang bisa menyebabkan pencemaran udara. Karena semakin banyak karbon di udara maka kualitas udara semakin buruk. Selain itu, karbon juga bisa merusak lapisan ozon dalam atmosfer yang berfungsi melindungi bumi dari paparan sinar ultraviolet. Sinar Ultraviolet yang berlebih sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Sudah sepantasnya kita sebagai makhluk hidup ciptaan tuhan harus bertindak demi tercapainya kondisi lingkungan yang lebih baik. Baik dengan tidak merusak lingkungan atau yang lebih baik lagi dengan memelihara kelestarian lingkungan sekitar. Mulai dengan hal kecil seperti menghitung karbon.

Apakah menghitung karbon itu sulit?

menghitung karbon tidaklah sulit, dalam menghitung karbon yang kita perlukan ada beberapa alat yaitu alat ploting, pekerjaan lapangan, pekerjaan lab, dan pengolahan data. Alat ploting yaitu berupa GPS, Kompas, Patok dan pembatas. Alat pekerjaan lapangan yang dibutuhkan yaitu parang, timbangan gantung, meteran, tally sheet, ATK, klinometer. Alat pekerjaan laboratorium yaitu berupa oven, timbangan analitik, cawan porselen, dan gelas ukur. Dan alat untuk mengolah data berupa software statistik atau spreadsheet.

Metodenya sendiri sederhana, sebenarnya ada beberapa metode yang bisa diterapkan, tapi kita bisa menggunakan metode sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar kita, yaitu hanya dengan mengukur diameter dari sebuah pohon kita bisa mengetahui kandungan cadangan karbon dan daya serap karbon dalam sebuah pohon. seperti yang telah dilakukan PLH SIKLUS ITS,  yang menggunakan beberapa metode baik dari metode SNI, IPCC 2006, maupun metode-metode lain yang telah dikembangkan pada jurnal-jurnal ilmiah dimana metode tersebut dijadikan pendekatan dalam melakukan pengambilan data serta perhitungan yang sesuai dengan kondisi di Kampus ITS. Data Karbon yang didapat oleh PLH SIKLUS ITS dalam menghitung karbon di ITS yaitu  semai sebanyak 83,2 KgCO2 , pancang sebanyak 31,0 KgCO2, tiang sebanyak 1682,5 KgCO2, pohon sebanyak 13034,5 KgCO2, Soil 862 tonCO2, akar 1971,9 tonCO2, serasah 36 tonCO2.

Tindak lanjut dari menghitung karbon adalah dengan mendapatkan informasi dan data karbon di suatu daerah kita bisa tahu daerah-daerah mana saja yang kekurangan daya serap karbon, sehingga menjadi rekomendasi untuk kita bisa meningkatkan kehijauan di daerah tersebut dengan menanam pohon yang membunyai daya serap karbon tinggi seperti pohon trembesi dan lain-lain. Maka dari itu ayo kita menghitung karbon demi tercapainya kondisi lingkungan yang lebih baik.

Categories: Carbon Counting.

DIKLATSAR XXVIII PLH SIKLUS ITS

15/02/2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PLH SIKLUS ITS merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Layaknya setiap organisasi, regenerasi anggota selalu dibutuhkan. Hal itu yang mengharuskan PLH SIKLUS ITS untuk mencari anggota baru agar bisa melanjutkan jalannya organisasi. PLH SIKLUS ITS sendiri memiliki kegiatan tahunan yang dinamakan DIKLATSAR (Pendidikan dan Pelatihan Dasar). Kegiatan tersebut ditargetkan kepada calon anggota,  dimana bertujuan untuk mendidik dan memberikan  wawasan serta mengenalkan bagaimana PLH SIKLUS ITS berkarya pada lingkungan.

Sebelumnya, PLH SIKLUS ITS sudah mengadakan DIKLATSAR sebanyak dua puluh tujuh kali (27) dan untuk kali ini merupakan DIKLATSAR yang ke-28 yaitu DIKLATSAR XXVIII PLH SIKLUS ITS. DIKLATSAR XXVIII PLH SIKLUS ITS sendiri dibagi menjadi 2 rangkaian kegitan yaitu DIKLAT “Forum dan praktik” dan DIKLAT “Lapangan”. Pada tanggal 8 – 11 Januari 2016 kemarin telah diadakan DIKLAT “Forum dan praktik” yang bertempatkan di kampus ITS. DIKLAT Forum dan praktik ini merupakan tahap awal yang harus diikuti oleh peserta untuk bisa ikut ke tahap selanjutnya yaitu DIKLAT Lapangan.

Sebanyak 6 materi disampaikan oleh para pemateri, yaitu berupa materi Ke-SIKLUS-an, Konservasi Sumber Daya Alam, Teknik Hidup Alam Bebas, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Navigasi Darat, Search And Rescue (SAR), dan Analisa Sosial Masyarakat. Materi-materi tersebut diberikan dalam DIKLAT Forum dan praktik dimana pemateri dalam DIKLATSAR adalah SIKLUSER (Sebutan untuk Anggota PLH SIKLUS ITS). Tidak hanya pemberian materi, dalam prosesi ini juga dilakukan latihan-latihan yang membuat peserta semakin paham atas materi yang diberikan.

DIKLAT Lapangan diadakan pada tanggal 15-19 Januari 2016 yang bertempatkan di Trawas, Mojokerto. Dalam DIKLAT Lapangan ini peserta membawa perlengkapan dan perbekalan yang cukup selama 4 hari. Dalam DIKLAT Lapangan ini peserta peserta juga dituntut untuk bisa menerapkan materi yang diberikan dalam DIKLAT Forum dan praktik dalam medan yang sesungguhnya yaitu di alam bebas. Pada prosesi ini praktik seperti membuat bivak, memasak, melakukan navigasi, mencari jejak korban, sampai melakukan penanganan gawat darurat dilakukan oleh peserta agar dan dapat secara tanggap dan siap ketika suatu saat menghadapi keadaan yang membutuhkan ilmu tersebut.

Setelah semua prosesi DIKLAT lapangan selesai tepatnya pada tanggal 19 Januari 2016 pukul 03.30 bertempatkan di Air Terjun Dlundung, Trawas, Mojokerto diadakan penyematan Anggota Muda XXVIII oleh ketua umum PLH SIKLUS ITS 2015/2016. Surat keputusan dibacakan dan sebanyak tiga belas nama dipanggil satu per satu untuk disematkan  scarf biru oleh ketua umum. Proses Pelantikan Anggota Muda ditutup dengan pembacaan janji SIKLUS. Setelah proses pelantikan selesai maka peserta yang dilantik sudah resmi menjadi Anggota Muda XXVIII dan bergabung dalam keluarga besar PLH SIKLUS ITS. “Jadikanlah DIKLATSAR ini menjadi momen dimana diri kalian ditempa bersama sama menjadi kader pejuang lingkungan dan terdapat cerita yang selalu mengingatkan bahwa mulai saat ini kalian memiliki keluarga baru angkatan DIKLAT 28!” harapan ketua umum ketika menyampaikan sepatah-dua patah kata seusai penyematan anggota muda. DIKLATSAR merupakan momen yang sangat berharga dimana nilai kekeluargaan muncul pertama kali dalam satu angkatan diklat baru.

Kegiatan tak berhenti begitu saja, setelah lelah karena mengikuti DIKLAT Lapangan Anggota Muda (AM) XXVIII diajak refreshing ke Villa Holtikultura, Pacet, Mojokerto. Disana mereka bisa beristirahat juga menikmati pemandangan yang ada disekitar villa. Disamping itu pula hal ini diharapkan memberi kedekatan antar anggota terutama anggota lama dan anggota baru. Selama satu hari lamanya, para sikluser diberi kesempatan untuk saling bercerita pengalaman demi pengalaman yang ada pada setiap kegiatan DIKLATSAR.

Dengan selesainya prosesi DIKLATSAR XXVIII PLH SIKLUS ITS bukan berarti perjuangan anggota baru sudah selesai, melainkan kegiatan ini merupakan gerbang awal yang baru saja terbuka untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman keorganisasian dalam PLH SIKLUS ITS. Para anggota muda yang baru dilantik akan menjalani pola pembinaan yang sudah disusun sedemikian rupa oleh Divisi DIKLAT kepengurusan 2015/2016.

SALAM LESTARI!

Categories: Others.

Bakti Masyarakat 2015, Kami Peduli !

20/01/2015

Salam Lestari !

Bakti Masyarakat merupakan salah satu program kerja besar dari kami, PLH SIKLUS ITS di tahun 2015 ini. Berdasarkan pada kemirisan yang kami saksikan di sebuah daerah di Gresik, Jawa Timur. Dari situ muncullah sebuah niatan luhur untuk membantu sesama.

 

Tepatnya di Desa Raci Delanyar, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setiap hari, 71 kepala keluarga di desa ini mengambil air dari sebuah sumur kecil yang berjaran 1,7 km dari desa ini. Akses jalan yang dilalui pun tidaklah mudah. Dari situ, pada Bakti Masyarakat 2015 ini, kami bermaksud untuk memberikan bantuan berupa penyaluran air bersih dari sumur tersebut menuju ke Desa Raci Wetan.

 

Disini, kami juga memfasilitasi kepada siapa saja, baik secara personal, kelompok, atau perusahaan yang ingin ikut membantu dalam kegiatan ini. Bantuan dapat berupa material, ataupun dana. Besar harapan kami, kegiatan ini akan berhasil. Sehingga ke depannya warga di desan ini dapat dengan mudah mengakses air, guna menunjang kesejahteraannya.

 

Salam Lestari !

PLH SIKLUS ITS 14/15

Categories: Others.

Tak Hanya Hitam, tapi Hijau..

20/01/2015

“Ketidakpercayaan akan menghancurkan segalanya, ya kata-kata itu rasanya yang paling sesuai dengan fakta yang ada kini. Menanggapi segala opini menurut saya ketidakpercayaan inilah si biang keladi dari permasalahan-permasalahan lingkungan yang ada. Tak ada kepercayaan baik antara birokrasi kepada mahasiswa dan dari mahasiswa pula kepada pihak birokrasi utamanya yang mengelola lingkungan kampus ini. Sistem pengajuan yang berbelit seringkali menjadi hambatan mahasiswa dalam merealisasikan pemikiran-pemikirannya guna mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang ada di ITS. Dan entahlah apa pula yang membuat pihak birokrasi seakan terlihat ragu untuk meletakkan tanggung jawab pengelolaan lingkungan kampus kepada para mahasiswanya. Tapi disinilah permasalahannya?”

***

Hijau? Slogan “GO GREEN CAMPUS” rasanya bukanlah kata-kata yang sulit untuk dimengerti. Sekalipun dalam bahasa asing, namun kata yang digunakan pun sering kita jumpai. Ya, saya yakin Anda atau siapapun pasti mengerti maksudnya. TAPI apakah Anda, kita, dan termasuk saya tahu bagaimana cara mewujudkannya ?? Yah, that’s a point.

“Sudahkah kita hijau ?”

Ya, menurut kalian bagaimana kondisi kampus kita ini? Apa kita sudah layak menyandang gelar ‘GREEN CAMPUS’ yang terdengar langka di zaman serba modern seperti saat ini?

Ternyata berdasarkan perhitungan yang pernah dilakukan oleh PLH SIKLUS ITS, ada lebih dari 80 jenis pohon yang tumbuh di lahan dimana kampus kita ini didirikan rek. Mulai dari bintaro, jati, ketapang, beringin, trembesi, sampai mangrove pandan pun ada dan tumbuh di wilayah kampus kita tercinta. Bermacam-macam jenis pohon tersebut tentunya memiliki berbagai manfaat bagi makhluk hidup dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Seperti yang kita tahu, pohon yang termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman memiliki kemampuan untuk berfotosintesis yang dapat menghasilkan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energy dan juga O2 yang kita gunakan untuk bernapas dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pepohonan yang hidup di wilayah kampus ITS ini juga berperan sebagai penyangga emisi yang bersumber dari segala aktivitas kemahasiswaan yang berlangsung di kampus ITS. Dari data yang diperoleh, sebesar 12.741.415,5 kg CO2 mampu diserap oleh total keseluruhan pohon yang ada di kampus ITS tiap tahunnya. Sedangkan untuk stock karbon yang tersedia ialah sebesar 3.471.775 kg/tahun (PLH SIKLUS ITS, 2013). Apakah itu banyak ? Mari kita bandingkan dengan pengeluaran emisi yang diemisikan pada udara ambient di wilayah kampus ITS ini. Besarnya emisi yang dikeluarkan akibat sampah, energi, dan transportasi yaitu masing-masing sebesar 140.360 kg CO2, 5.500.310 kg CO2, dan 6.566.580 kg CO2 setiap tahunnya. Sehingga apabila ditotal maka besar emisi yang dikeluarkan yaitu sebesar 12.207.250 kg CO2 pertahunnya.

Selisih yang diperoleh dari data perbandingan antara jumlah cadangan karbon dan emisi yang dikleuarkan ialah sebesar 534.164,6 kg CO2/tahun. Dari itu dapat diketahui bahwa dengan kondisi pepohonan kampus yang seperti saat ini masih ada selisih dimana jumlah cadangan karbon dari pepohonan yang ada di kampus ITS  memiliki nilai lebih besar daripada emisi yang dikeluarkan.

“Positif atau negatifkah ?”

Semua ini bergantung pada kita semua rek, para penghuni kampus ITS. Bagaimana cara kita memaknai dan mengambil langkah untuk perjalanan selanjutnya. Jangan sampai pertambahan laju emisi melompat jauh melampaui ketersediaan cadangan karbon kampus kita mengingat pertumbuhan dari pohon itu sendri pula tidak dalam waktu yang singkat.

Menjaga tentunya dan tetap berusaha mengendalikan si sumber-sumber emisi agar tak melebihi ambang. Jangan sampai kampus yang kita bangga-banggakan ini menjadi salah satu penyumbang emisi bagi dunia global yang kini sedang gencar-gencarnya berupaya untuk menekan pertumbuhan laju emisi tingkat dunia.

Tak hanya itu saja sebagai langkah nyata, kami pun dari PLH SIKLUS ITS bekerjasama dengan pihak ecocampus merintis masterplan ITS yakni penggarapan area ‘Hutan Kampus’ yang rencanaya akan diplotkan mulai dari area sebelah kanan gerbang masuk utama hingga area di belakang fasor. Selain itu juga akan dibuat sebuah taman yang berisi jenis-jenis pohon yang tumbuh di area kampus ITS kita ini. Bentuknya kurang lebih akan seperti miniatur hutan kampus yang nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar maupun penelitian. Harapannya semoga rencana ini bukan hanya hitam di atas kertas serta angan dalam benak saja. Semoga semua itu dapat segera terealisasikan guna mewujudkan “GO GREEN CAMPUS ITS” !!

 

Aknan Angggraini

2013361/S

Categories: Others.

Penggiat Lingkungan Kali Surabaya

15/09/2014

Salam Lestari !
Ikan berkaitan erat dengan kehidupan manusia, selain menjadi sumber protein bagi manusia, ikan juga memiliki sisi ekonomis yang tinggi sehingga mampu menunjang kehidupan ekonomi masyarakat. Akan tetapi, akibat aktivitas manusia di jaman serba modern seperti ini dimana sungai-sungai yang membelah beberapa kota besar di Indonesia menjadi sebuah potret kehidupan sebuah kota. Sampah maupun limbah domestik yang dibuang ke badan sungai akan merusak ekositem sungai tersebut, tak terkecuali keberadaan spesies-spesies ikan di sungai tersebut.
Menurut pendiri Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) yang akrab dipanggil Mas Prigi ini, ikan di Kali Surabaya telah terkontaminasi senyawa estrogenik yang menyebabkan adanya dominasi jenis kelamin betina pada ikan di Kali Surabaya ini. Senyawa tersebut berasal dari limbah domestik serta limbah pestisida yang dibuang ke bantaran sungai.
Pada tanggal 30 Agustus 2014, PLH SIKLUS ITS diberi kesempatan kembali untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan bersama dengan Ecoton. Pada kesempatan tersebut, awalnya SIKLUS diundang dalam kegiatan “Pelatihan Advokasi Sungai Brantas” yang berlangsung pada tanggal 28-30 Agustus 2014, namun sayangnya kami hanya dapat mengikutinya pada hari terakhir kegiatan.


Pada hari terakhir kegiatan tersebut, kami berkesempatan untuk mengikuti Susur Sungai Kali Surabaya. Bersama dengan komunitas-komunitas penggiat lingkungan yang lain, serta beberapa siswa SMA di Gresik yang tergabung dalam anggota Pramuka, kami memulai aktivitas Susur Sungai Kali Surabaya dengan menaiki perahu karet.

Sepanjang bantaran sungai, sesekali masih didapatkan pemandangan sampah yang mengalir terbawa arus sungai serta sampah yang menggantung di pohon-pohon akibat terbawa oleh banjir. Juga masih dijumpai aktivitas warga seperti memancing ikan dan aktivitas transportasi di sungai yaitu warga yang menyediakan jasa penyebrangan motor maupun sepeda dari sisi sungai sebelah kanan menuju sisi sungai sebelah kiri.
Pandangan kami sempat teralihkan ketika melihat seekor ikan yang mengapung di sungai, kemudian salah seorang pekerja dari Ecoton yang akrab dipanggil Mas Black ini mengambil ikan tersebut. Ternyata ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, akan tetapi terdapat luka seperti terkena benturan di sisi perut ikan.


Ikan tersebut merupakan jenis Ikan Bader Merah (Barbodes balleroides). Menurut Mas Black, kemungkinan ikan tersebut terkena sabetan dayung yang dipakai oleh warga yang menyediakan jasa penyebrangan di sungai tersebut.

Di sepanjang Kali Surabaya ternyata masih dijumpai spesies burung Sri Mbok-mbok (Amaurornis phoenicurus). Burung yang hidup di bantaran Kali Surabaya tersebut merupakan jenis burung pemangsa ikan. Terbesit di kepala dan mencoba kembali mengingat tentang sebuah lagu yang cuplikan liriknya “ Te kate di panah di panah ngisor gelagah, ono manuk onde-onde mbok sir bombok mbok sir kate….”.
Yah! Burung Sri Mbok-mbok itu ternyata ada lagunya. Burung tersebut berperawakan seperti burung bangau hanya postur tubuhnya yang agak kecil, berwarna abu-abu dan terdapat seret putih.


Setelah puas menyusuri Kali Surabaya, sebelum pulang kami diajak mampir ke sebuah rumah yang menjual Jamu maupun Obat dari tanaman TOGA (Tanaman Obat KeluarGA). Tanaman tersebut masih banyak ditemui di bantaran Kali Surabaya, sehingga masih dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tanaman TOGA tersebut antara lain daun dewa (Gynura segetum), meniran (Phyllanthus niruri), dan sebagainya. Kami pun sempat mencicipi obat yang berasal dari daun mint, yang menurut masyarakat berkhasiat sebagai obat masuk angin.
Dipenghujung acara ternyata juga diadakan peresmian Rumah Informasi Sungai Brantas (RIMAS) yang menjadi pusat informasi tentang partisipasi aktif warga sekitar Sungai Brantas dalam upaya penyelamatan lingkungan serta wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi mereka.
Rumah Informasi yang terletak di Desa Wringinanom, Gresik tersebut diresmikan oleh Ir. Wahyu Indraningsih dari Kementrian Lingkungan Hidup. Dalam peresmian Rumah Informasi tersebut, juga digelar pertunjukan kesenian tradisional Bantengan dan Jaran Kepang yang menjadi penutup dari serangkaian kegiatan tersebut.


Semoga dengan diresmikannya RIMAS tersebut, dapat lebih memacu kepedulian serta partisipasi warga sekitar khususnya dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Salam Lestari

Himmatus Syarifah 2013374/S

Categories: Others.

Page 1 of 1712345»10...Last »
Tempat orang- orang berani dan tabah ditempa...........